• Ea eam labores imperdiet, apeirian democritum ei nam, doming neglegentur ad vis. Ne malorum ceteros feugait quo, ius ea liber offendit placerat, est habemus aliquyam legendos id.
  • Ea eam labores imperdiet, apeirian democritum ei nam, doming neglegentur ad vis. Ne malorum ceteros feugait quo, ius ea liber offendit placerat, est habemus aliquyam legendos id.
  • Ea eam labores imperdiet, apeirian democritum ei nam, doming neglegentur ad vis. Ne malorum ceteros feugait quo, ius ea liber offendit placerat, est habemus aliquyam legendos id.

0 Merawat Kucing Hamil

Monday, June 13, 2011
Casper

Bagi pecinta binatang terutama pecinta kucing pasti senang banget bila tau kucing peliharaannya sedang hamil. kucing hamil sama halnya dengan hewan lainya. kucing hamil membutuhkan perawatan yang lebih dari bisanya agar kesehatan induk dan janin tetap terjaga sampai kelahiran. sedikit berbagi informasi tentang merawat kucing hamil.

Berikan makanan yang paling baik.
Kucing yang sedang hamil membutuhkan banyak protein dan vitamin. Sejumlah besar protein diperlukan untuk mendukung perkembangan janin. Pastikan makanan yang diberikan mengandung protein yang tinggi. Persentase kandungan protein bisa dilihat di kemasan. Biasanya makanan untuk kitten mempunyai kandungan protein dan vitamin yang lebih banyak dibandingkan makanan untuk kucing dewasa (adult). Sebaiknya kucing yang sedang hamil diberikan makanan untuk kitten ini.
Suplemen berupa vitamin dan kalsium juga diperlukan untuk meningkatkan kesehatan janin dan ibunya. Hati-hati dengan suplemen kalsium. Pemberian kalsium yang terlalu banyak menyebabkan perkembangan tulang janin yang berlebihan. Akibatnya ukuran janin terlampau besar dan sulit keluar pada saat akan dilahirkan (distokia)

Kucing hamil harus berada di dalam rumah.
Kucing yang hidup di luar rumah mempunyai resiko tertular penyakit yang lebih tinggi. Keadaan di dalam rumah lebih hangat dan tenang, jauh dari gangguan kucing-kucing liar yang dapat menyebabkan perkelahian antar kucing. Selain itu kondisi di dalam rumah relatif lebih bersih. Anak-anak kucing harus dilahirkan di tempat yang bersih.

Jangan memberikan sembarang obat selama masa kehamilan.

Pemberian obat-obatan pada kucing hamil hanya dilakukan dalam keadaan darurat saja. Selalu konsultasikan pemberian obat-obatan dengan dokter hewan anda. Berbagai obat-obatan seperti obat cacing, anti kutu dan beberapa macam antibiotik dapat menyebabkan gangguan, cacat pada janin bahkan keguguran.

Sediakan kandang /tempat yang nyaman
Sebuah kotak kardus yang besar diisi dengan handuk atau alas serta serpihan koran sudah cukup memadai. Tempatkan ditempat yang hangat, bersih, tenang dan terawasi. Pastikan tempat ini telah tersedia minimal minggu sebelum waktunya melahirkan.

Gunakan pasir kotoran (litter) yang tidak menggumpal.

Kadang-kadang kucing melahirkan anaknya di kotak/tempat kotoran (litter). Pasir yang terdapat dalam kotak litter bisa menenpel di tubuh anak yang baru lahir. Induk kucing biasanya tidak mau membersihkan (menjilati) anaknya bila tertutup pasir yang menggumpal (merek : pura, cat san, hartz scoop dll). Gunakan saja pasir zeolit yang relatif lebih murah dan tidak menggumpal. Butiran zeolit berwarna abu kehijauan.

Jauhkan dari kucing-kucing lain.

Jika anda memiliki banyak kucing, pastikan tempat melahirkan jauh dari kucing-kucing lain. Pada saat melahirkan, kucing tidak suka berada didekat kucing lain, meskipun kucing tersebut sudah saling mengenal sejak lama. Insting keibuan dan proteksi akan semakin kuat pada saat mendekati kelahiran. Ada beberapa kucing yang baru melahirkan akan langsung menyerang kucing yang mendekatinya.

Siapkan persediaan makanan yang cukup

Siapkan persediaan makanan dan minum yang cukup bagi kucing anda. Jangan biarkan kucing anda sendirian pada saat melahirkan.

Cek dokter hewan terdekat.

siapklan catatan alamat dan nomor telepon beberapa klinik atau dokter hewan terdekat. Hubungi dan cari informasi dokter hewan/klinik yang buka 24 jam sebagai persiapan bila ada kasus emergency.

Cari informasi selengkap-lengkapnya.

Selalu mencari informasi selengkap-lengkapnya dan belajar terus menerus mengenai kehamilan kucing anda. Sehingga anda bisa menangani proses kelahiran kucing sendiri dan dapat segera menganali bila terjadi masalah atau komplikasi. Bila informasi yang benar dan lengkap telah anda dapatkan, anda tidak akan panik lagi menghadapi kelahiran kucing kesayangan.

Sumber : Kucing Kita
Read more

0 Penyakit Zoonosis

Thursday, June 9, 2011
Zoonosis berasal dari bahasa Perancis "zoonotic" yang artinya penyakit yang bersumber dari hewan dan dapat ditularkan kepada manusia yang nantinya akan berkembang menjadi wabah. Badan / lembaga internasional yang mengurusi penyakit ini adalah OIE ( Organitation International of Epizootic) yang berada di bawah naungan lembaga kesehatan PBB yaitu WHO. Untuk Negara berkembang seperti Indonesia, penyakit zoonosis menjadi ancaman yang paling serius sehingga penyakit zoonosis ini mendapat perhatian khusus dari departemen kesehatan Republik Indonesia. Untuk menangani penyakit zoonosis ini departemen kesehatan bekerja sama dengan Dirjen peternakan dan Dirjen kesehatan hewan. Indonesia sampai sejauh ini selalu dirundung masalah penyakit zoonosis ini dan seolah-olah kasus penyakit zoonosis silih berganti menyerang Indonesia. Kejadian wabah penyakit zoonosis yang paling sering terjadi di Indonesia disebabkan oleh virus, bakteri dan parasit.

Penyakit zoonosis yang disebabkan oleh virus misalnya penyakit mulut dan kuku pada sapi, influenza pada unggas dan babi, dan rabies pada anjing, kucing, dan kera. Untuk penyakit mulut dan kuku pada sapi disebabkan oleh virus dari familia Picornaviridae. Penyakit mulut dan kuku ini sangat berbahaya bagi manusia. Jika manusia mengkonsumsi daging sapi yang terkena penyakit ini dapat mengakibatkan luka-luka koreng di tubuhnya yang nantinya akan mengakibatkan kelumpuhan dan bahkan kematian. Untuk penyakit influenza pada unggas dan babi disebabkan oleh influenza virus type A. Pada unggas influenza virus type A sub-type H5N1,pada babi influenza virus type A sub-type H1N1. Flu burung dan flu babi ini sangat menular dan manusia yang tertular akan terkena gangguan pernafasan yang akut sampai-sampai dapat menyebabkan kematian. Penyakit rabies pada anjing, kucing, dan kera disebabkan oleh Rhabdovirus. Penularan ke manusia biasanya karena disebabkan oleh gigitan hewan yang terjangkiti. Virus rabies masuk ke manusia melalui gigitannya dan virus ini akan menyebar ke susunan system saraf manusia hingga ke otak dan akan menyebabkan kematian.
 
Untuk penyakit zoonosis yang disebabkan bakteri dan pernah mewabah di Indonesia yaitu anthrax. Bakteri penyebab anthrax yaitu Baccillus Anthraxis yang sering menyerang sapi. Penularan ke manusia disebabkan manusia mengkonsumsi daging yang mengandung virus anthrax. Penyakit ini juga dapat menyebabkan kematian pada manusia.

Penyakit zoonosis yang disebabkan oleh parasit misalnya toxoplasma gondii. Parasit ini sering ditemukan pada kucing dan kambing. Pada kucing biasanya ditularkan karena manusia sering kontak langsung dengan kucing, air liur kucing, dan perabotan makan manusia yang dijilati oleh kucing. Pada kambing ditularkan jika manusia mengkonsumsi daging kambing yang belum matang, biasanya berupa sate ataupun steak. Efek yang ditimbulkan bagi wanita hamil adalah keguguran, dan pada pria dapat menyebabkan kemandulan. 

Sumber : www.kulinet.com
Read more
 
vetshop online © 2010 | Designed by Blogger Hacks | Blogger Template by ColorizeTemplates | Brought to you by Cyber Template