• Ea eam labores imperdiet, apeirian democritum ei nam, doming neglegentur ad vis. Ne malorum ceteros feugait quo, ius ea liber offendit placerat, est habemus aliquyam legendos id.
  • Ea eam labores imperdiet, apeirian democritum ei nam, doming neglegentur ad vis. Ne malorum ceteros feugait quo, ius ea liber offendit placerat, est habemus aliquyam legendos id.
  • Ea eam labores imperdiet, apeirian democritum ei nam, doming neglegentur ad vis. Ne malorum ceteros feugait quo, ius ea liber offendit placerat, est habemus aliquyam legendos id.

0 Virus

Wednesday, November 3, 2010
Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Dalam sel inang, virus merupakan parasit obligat dan di luar inangnya menjadi tak berdaya. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya. Genom virus menyandi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya.
Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal), sementara istilah bakteriofag atau fag digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme lain yang tidak berinti sel).
Virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas. Karena karakteristik khasnya ini virus selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu, baik pada manusia (misalnya virus influenza dan HIV), hewan (misalnya virus flu burung), atau tanaman (misalnya virus mosaik tembakau/TMV).
Read more

0 JADWAL VAKSINASI dan pemberian OBAT CACING pada anjing

Monday, November 1, 2010
Pemberian vaksinasi pada anjing dimulai pada usia : 6 minggu atau usia 7 minggu karena pada usia 6 minggu immunoglubulin dari induk sudah mulai menurun oleh karena itu perlu diberikan imunologi dari luar ( dilakukan vaksinasi )

6-8 minggu :
# - Vaksinasi DP (Distemper dan Parvovirus)
# - Pemberian obat cacing

10-12 minggu :
# - Vaksinasi PiBr (Parainfluenza dan Bordetella)

14-16 minggu :
# - Vaksinasi DHLPI (Distemper, Hepatitis, Leptospirosis dan Parvovirus)

20 minggu :
# - Vaksinasi DHLPII+R (Distemper, Hepatitis, Leptospirosis, Parvovirus dan Rabies)

Setelah vaksinasi diberikan maka titer antibodi baru akan tercapai maksimal setelah 14 hari. Oleh karenanya anjing yang baru menerima vaksinasi harus benar-benar diperhatikan pemerliharannya. Adapun hal-hal yang dapat dilakukan berhubungan dengan vaksinasi antara lain :
  • Anjing yang baru dibeli sebaiknya tidak langsung di vaksin, dan diadaptasikan dulu di rumah selama 1 minggu.
  • Setelah vaksinasi diberikan anjing sebaiknya tidak langsung dipindahkan ke lingkungan baru atau menempuh perjalanan yang jauh.
  • Anjing tidak dimandikan setelah diberikan vaksinasi. Untuk anak sebelum vaksinasinya lengkap sebaiknya tidak dimandikan dulu. Sementara dapat menggunakan dry shampoo yang dijual di toko keperluan hewan.
  • Sedapat mungkin kontak dengan anjing yang belum jelas status kesehatannya dicegah setelah vaksinasi, terutama 2 minggu pertama setelah vaksinasi.
  • Anjing sebaiknya ditempatkan pada lingkungan yang terhindar dari cuaca dingin/hujan.
untuk pemberian obat cacing diulang setiap 3 bulan sekali,, dosis disesuaikan dengan berat badan.contoh untuk obat cacing merk drontal satu tablet itu untuk anjing dengan berat badan 10 kg jadi kalau berat anak anjing hanya 5 kg maka hanya perlu setengah tablet saja dst.
Read more
 
vetshop online © 2010 | Designed by Blogger Hacks | Blogger Template by ColorizeTemplates | Brought to you by Cyber Template